Activity

  • Hinton Hauge posted an update 1 year, 1 month ago

    SariAgri – Dalam sejarah peradaban dunia, praktik pertanian pertama kali dilakukan di daratan Bulan Sabit Subur wilayah Mesopotamia yang sekarang merupakan bagian dari Irak, Turki, Suriah dan Yordania.

    Pada awalnya masyarakat pemburu dan pengumpul di sana mengumpulkan benih yang dapat dimakan

    Namun, sejak benih tersebut ditanam dan berbagai tumbuhan telah didomestikasi sehingga menjadi tanaman pertanian maka potensi serangan hama dan penyakit menjadi masalah besar yang akan muncul dan menyebabkan kehilangan hasil.

    Dengan demikian, ada dorongan besar dari manusia untuk menemukan cara mengatasi masalah penyakit dan hama tanaman, salah satunya dengan menggunakan pestisida. Dikutip International Union of Pure and Applied Chemistry, penggunaan insektisida yang merupakan bagian dari pestisida pertama kali tercatat sekitar 4500 tahun lalu oleh orang Sumeria. Pada masa itu, masyarakat Sumeria menggunakan senyawa belerang untuk mengendalikan serangga dan tungau.

    Lalu sejarah bukti penggunaan insektisida lainnya tercatat sekitar 3200 tahun lalu di Cina banyak orang menggunakan senyawa merkuri dan arsenik untuk mengendalikan kutu.

    Sementara dalam tulisan dari Yunani dan Roma kuno, juga menunjukkan bahwa agama, sihir, dan penggunaan metode kimia dicoba untuk mengendalikan penyakit tanaman, gulma, serangga dan hama hewan. Misalnya, asap dicatat dapat digunakan untuk melawan jamu dan hawar.

    Asap tersebut dihasilkan dengan cara membakar beberapa bahan yang berbau tidak sedap seperti jerami, kepiting, ikan, kotoran hewan, potongan tanaman pagar. Kemudian asap diarahkan ke kebun oleh angin.

    Penggunaan bahan kimia Pyrethrum yang didapat dari bunga kering Chrysanthemum cinerariaefolium, ternyata telah digunakan sebagai insektisida oleh orang Persia selama lebih dari 2000 tahun. Kemudian Tentara Salib yang kembali ke Eropa membawa informasi bahwa bunga aster bundar yang dikeringkan dapat sebagai insektisida untuk mengendalikan kutu rambut.

    Berita Pertanian Terkini Namun, selain pengendalian hama, ternyata gulma juga sudah dikenalkan sejak 2000 tahun lalu dengan berbagai metode kimia seperti penggunaan garam atau air laut.

    Baru, pada tahun 1940, pertumbuhan pestisida sintetik sangat cepat dengan ditemukannya DDT, BHC, aldrin, dieldrin, endrin, chlordane, parathion, captan dan 2,4-D. Produk-produk tersebut dianggap efektif dan murah sehingga sangat populer pada saat itu.

    Bahkan Paul Muller yang menemukan sifat insektisida DDT memenangkan Nobel di masa itu.

    Sayangnya keunggulan sifat DDT yang dibanggakan pada awal penemuannya tidak bertahan lama, sebab pada tahun 1946 resisten terhadap DDT oleh lalat rumah dilaporkan dan karena penggunaannya yang luas, ada laporan kerusakan pada tanaman dan hewan non-target dan masalah dengan residu.

    Revolusi Pestisida di Era 1990-an hingga kini

    Kegiatan penelitian pestisida pada era ini terkonsentrasi pada penemuan anggota bahan pestisida baru yang memiliki selektivitas yang lebih besar dan profil lingkungan dan toksikologi yang lebih baik. Banyak ditemukan bahan kimia yang baru untuk pertanian dengan dosis penggunaan lebih rendah.

    Dari yang sebelumnya dosis kilogram pestisida per hektar, menjadi hanya dalam gram pestisida per hektar. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak ilmu pengetahuan pertanian modern yang terus berkembang maka muncul sistem pengelolaan hama terpadu.

    Pengendalian pada metode ini menggunakan semua teknik pengendalian hama (hayati, biologi, mekanis, fisik dan kimiawi) yang tersedia untuk mencegah perkembangan populasi hama dan mengurangi penggunaan pestisida dan intervensi lain ke tingkat yang dapat dibenarkan secara ekonomi, juga telah berkontribusi pada pengurangan penggunaan pestisida.

    Video terkait: